v
Menurut
saya mempelajari perekonomian itu sangat penting,apalagi memepelajari tentang
perekonomian di Indonesia,yang merupakan Negara sendiri,tentu sangat penting
dan sangat berguna,karena kita dapat mengetahui pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi
yang sedang terjadi di Indonesia,masih adakah rakyat Indonesia yang ekonominya
di bawah rata-rata,masih adakah daerah-daerah di Indonesia yang perekonomiannya
di bawah rata-rata dan sangat memerlukan bantuan,dan kita juga dapat membantu
pemerintah untuk mencari jalan keluar jika terdapat masalah di perekonomian di
Indonesia.Menurut saya sangat penting mempelajari perekonomian Indonesia dan kita
tidak akan menjadi rugi jika kita mempelajari tentang perekonomian Negara kita
sendiri,tentunya kita akan menambah pengetahuan kita dengan kita mempelajari
perekonomian di Indonesia.
T
Negara
maju adalah Negara yg pendapatan perkapitanya sudah tinggi,dan sedikit
rakyatnya yang miskin,angka pengangguran dinegara tersebut sedikit,kesehatan
dan pendidikan masyarakat yang baik,sedikitnya ngka kematian,pertumbuhan
penduduk dan pertumbuhan ekonominya baik,tingkat kesadaran penduduk baik dalam
hal apapun.
·
Contoh
Negara maju : Amerika Serikat,perancis
T
Negara
berkembang adalah Negara yang pendapatan perkapitanya rendah,masih banyak
masyarakat yg miskin,pengangguran di Negara tersebut masih relative
banyak,kesehatan dan pendidikan masih buruk,karena kurangnya kesadaran
masyarakatnya sendiri,angka pengangguran tinggi,angka kematian tinggi.
·
Contoh
Negara berkembang : Indonesia, turki
T
Negara
miskin adalah Negara yang pendapatan perkapitanya sangat rendah,anka
pengangguran sanagt tinggi,angka kematian sangat tinggi,pendidikan dan
jesehatan masyarakat sangat buruk,tidak adanya kesadaran masyarakatnya untuk
merubah hidup.
·
Contoh :Republik Kongo,Zimbabwe
Ø Pertumbuhan
ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan
nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi.
Ø
Pemerataan
pembangunan adalah “PEMERATAAN”, artinya bahwa visi nya adalah pemerataan
wilayah ekonomi yang didasarkan kepada sinkronisasi dan sinergitas akan
kepentingan ekonomi untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,
tidak saja di wilayah perkotaan tetapi didaerah pinggiran perkotaan,
daerah-daerah yang menjadi penyangga perkotaan itu sendiri, tidak akan ada kata
kampung, semua diharapkan sama ikut menikmati pembangunan ekonomi itu sendiri.
Strategi pengembangan dan pembangunan perekonomian daerah didasarkan atas kepentingan bersama yang saling menguntungkan antara daerah perkotaan dan wilayah sekitarnya, sehingga ada mekanisme kegiatan ekonomi yang dinamis tidak statis.
Penumpukan pembangunan ekonomi di satu wilayah akan mengakibatkan urbanisasi dan menimbulkan efek kecemburuan sosial yang tinggi, tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tidak merata, kemacetan lalu lintas yang tiada henti, penumpukan limbah sampah tidak terkendali.
Salah satu contoh pembangunan dan pengembangan ekonomi yang tidak merata adalah menumpuknya pusat-pusat perbelanjaan di satu wilayah, terkonsentrasinya pusat-pusat pendidikan di satu tempat, begitupula pembangunan perkantoran, perumahan dan pembangunan apartemen .
Paradigma lama untuk memudahkan pengawasan, memang betul tetapi apakah fenomena tersebut masih cukup efektif untuk saat ini. Mungkin perlu berfikir dan dikaji kembali, karena paradigma tersebut sudah tidak sejalan dengan perkembangan jaman, mengingat bahwa semua wilayah berhak untuk ikut menikmati hasil dari pembangunan ekonomi, multiplier effec akan terasa, kemacetan lalu lintas dapat dikurangi, urbanisasi penduduk tidak akan pernah terjadi, terjadi pemerataan pendidikan, mekanisme kegiatan ekonomi berjalan dinamis dan saling menguntungkan satu sama lain.
Disini perlunya ada pemetaan wilayah yang lebih baik, merencanakan wilayah perkotaan baru yang lengkap dengan sarana pendidikan, perkantoran, dan kegiatan perekonomian. Pemusatan pembangunan ekonomi perlu dikaji kembali untuk menghindari permasalahan yang lebih berat yaitu kecemburuan sosial di masyarakat. Membatasi pembangunan kegiatan ekonomi di pusat-pusat perkotaan akan lebih baik, kepentingan para pelaku ekonomi untuk mengembangkan kegiatan ekonominya perlu diarahkan dan mereka wajib mengerti karena bilamana terjadi permasalahan di masyarakat akan berdampak kepada pemangku kebijakan itu sendiri.
Strategi pengembangan dan pembangunan perekonomian daerah didasarkan atas kepentingan bersama yang saling menguntungkan antara daerah perkotaan dan wilayah sekitarnya, sehingga ada mekanisme kegiatan ekonomi yang dinamis tidak statis.
Penumpukan pembangunan ekonomi di satu wilayah akan mengakibatkan urbanisasi dan menimbulkan efek kecemburuan sosial yang tinggi, tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tidak merata, kemacetan lalu lintas yang tiada henti, penumpukan limbah sampah tidak terkendali.
Salah satu contoh pembangunan dan pengembangan ekonomi yang tidak merata adalah menumpuknya pusat-pusat perbelanjaan di satu wilayah, terkonsentrasinya pusat-pusat pendidikan di satu tempat, begitupula pembangunan perkantoran, perumahan dan pembangunan apartemen .
Paradigma lama untuk memudahkan pengawasan, memang betul tetapi apakah fenomena tersebut masih cukup efektif untuk saat ini. Mungkin perlu berfikir dan dikaji kembali, karena paradigma tersebut sudah tidak sejalan dengan perkembangan jaman, mengingat bahwa semua wilayah berhak untuk ikut menikmati hasil dari pembangunan ekonomi, multiplier effec akan terasa, kemacetan lalu lintas dapat dikurangi, urbanisasi penduduk tidak akan pernah terjadi, terjadi pemerataan pendidikan, mekanisme kegiatan ekonomi berjalan dinamis dan saling menguntungkan satu sama lain.
Disini perlunya ada pemetaan wilayah yang lebih baik, merencanakan wilayah perkotaan baru yang lengkap dengan sarana pendidikan, perkantoran, dan kegiatan perekonomian. Pemusatan pembangunan ekonomi perlu dikaji kembali untuk menghindari permasalahan yang lebih berat yaitu kecemburuan sosial di masyarakat. Membatasi pembangunan kegiatan ekonomi di pusat-pusat perkotaan akan lebih baik, kepentingan para pelaku ekonomi untuk mengembangkan kegiatan ekonominya perlu diarahkan dan mereka wajib mengerti karena bilamana terjadi permasalahan di masyarakat akan berdampak kepada pemangku kebijakan itu sendiri.
Ø Pengentasan kemismikan adalah “pengentasan” dapat juga diartikan sebagai pemberantasan,jadi pengentasan kemiskinan adalah suatu upaya pemerintah untuk memberantas angka kemiskinan yang ada di Negara tersebut agar menjadi berkurang atau bahkan tidak ada lagi masyarakat yang miskin.
Ø Sistem ekonomi liberal adalah
sistem ekonomi dimana sebagian besar keputusan dalam perekonomian ditentukan
oleh masing-masing individu, bukan lembaga atau organisasi bahkan pemerintah.
Sistem ekonomi ini mencakup kebebasan dalam
melakukan aktivitas ekonomi. Meskipun demikian, dasar dari setiap aktivitas
ekonomi tetap pada ekonomi pasar dan menjunjung tinggi hak kepemilikan pribadi.
Meskipun ekonomi liberalisme dapat mendukung peraturan pemerintah, sistem ini
cenderung menentang intervensi pemerintah di pasar bebas dan persaingan. Namun
sistem ini dapat menerima intervensi pemerintah dalam rangka menghapus monopoli
yang dilakukan oleh pihak swasta, karena hal tersebut dianggap dapat membatasi
kebebasan individu dalam membuat keputusan. Ketika ekonomi liberal menikmati
pasar bebas oleh pemerintah, negara tetap menyediakan fasilitas publik.Ekonomi
liberal sering dikaitkan dengan dukungan terhadap pasar bebas dan kepemilikan
pribadi atas aset dan modal. Proteksionisme bertentangan dengan ekonomi liberal
karena dianggap tidak mendukung perdagangan bebas dan pasar terbuka. Secara
historis, ekonomi liberal muncul sebagai tanggapan akan merkantilisme dan
feodalisme. Ekonomi liberal juga dianggap bertentangan dengan ekonomi
non-kapitalis, seperti sosialisme dan ekonomi terencana.
Sumber:
http://hedisasrawan.blogspot.com/2015/10/sistem-ekonomi-liberal-artikel-lengkap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar